Sepotong Hati Yang Baru

Saturday, December 19, 2015

Judul                : Sepotong Hati yang Baru
Penulis            : Tere Liye
Penerbit          :  Mahaka Publishing
Halaman         :  205
Tahun Terbit : 2012
 ISBN                :  978-602-9474-04-6

“Ada seseorang dalam hidupmu yang ketika ia pergi, maka ia juga membawa sepotong hatimu.”


Merupakan buku kumpulan Cerpen karya Tere Liye, dengan cerita unik dan menarik. Sepotong Hati yang Baru adalah salah satu cerpen yang ada di buku ini. Mengisahkan tentang hati yang tak akan pernah utuh setelah potongan hati itu telah pergi, bahkan hingga ia kembali membawa separuh hatinya. Hingga ia harus mecari hati yang baru...

==============================================================

Ombak menghantam cadas semakin kencang. Bulan purnama diatas sana membuat lautan malam ini pasang. lautan yang kosong sepanjang mata memandang, menyisakan kerlip kapal nelayan atau ntahlah dikejauhan.  "Apakah di hati yang baru itu masih tersisa namaku?"

Tepat setahun yang lalu, saat kami merencanakan untuk bersama, kedua keluarga telah setuju, kami akan menikah. Segala persiapan pun telah rampung, undangan telah di sebarkan keseluruh sahabat dan kolega. Namun 5 hari sebelum hari bahagia itu, Alysa bertemu dengan seorang pria, ia jatuh cinta pada seorang pria yang baru saja di temuinya. Membatalkan pernikahan kami.

"Apakah di hatimu masih tersisa namaku." Alysa bertanya lagi. Kali ini seperti bertanya kosong. Malam ini Alysa bilang hubungannya dengan pria mempesona itu telah gagal. Aku sungguh tak tahu apa yang harus kulakukan. Apa yang Alysa harapkan dariku?

"Maafkan aku Alysa, aku sudah menikah. Bukan dengan seseorang yang amat aku cintai, aku inginkan. Tapi setidaknya  ia bisa memberikanku sepotong hati yang baru. Maafkan aku. Kau lihat, ini cincin pernikahan kami." Aku menelan ludah.
Hening sejenak. Alysa mematung.
Aku mengangkat bahu.
Alysa menyeka ujung - ujung matanya. Mengangguk pelan. Gadis itu beringsut berdiri dari tempat duduknya, beranjak pergi. 

Maafkan aku Alysa, aku berbisik pelan. Melepas cincin. Itu bukan cincinku, itu cincin milik adikku. Malam itu aku menyadari, cinta bukan sekedar memaafkan. cinta bukan sekedar soal menerima apa adanya. cinta adalah harga diri. cinta adalah rasionalitas sempurna.

Jika kau memahami cinta adalah perasaan irasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga. Kau dengan mudah membenarkan apapun yang terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kau tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut, tidak lebih, tidak kurang.
Post Comment
Post a Comment

Auto Post Signature