Teka - Teki Rasa ( Memperjuangkan atau Mengikhlaskan)

Monday, October 10, 2016


Dalam bait aksara yang kamu reka
Aku menerka - nerka
Apakah kamu yang tak peka
Atau aku yang salah sangka

Semua aksaramu bagai pertanda
Tapi aku takut salah membacanya
Benarkah kamu menyimpan rasa?
Semua masih diagnosa..

Itulah sepenggal sajak yang di tuliskan Ahimsa Azaleav di dalam novel pertamanya "Teka - Teki Rasa".  
Berawal dari percakapan Virus dan Bakteri, Hasna dan Hafiz pun bisa menjadi lebih dekat. Namun tak ada yang tahu kedekatan mereka. Perlahan, rasa di antara kedua nya mulai tumbuh. Namun tak pernah ada kata yang terucap dari keduanya. Mereka saling menyimpan nya sendiri. Saling kagum dalam diam.


"Berhentilah menerka-nerka setiap huruf yang ia reka. Berhentilah menghubung-hubungkan keadaannya dengan keadaanmu."
"Cara terbaik untuk menjawab teka-teki rasa adalah dengan berhenti mencari jawabannya. Berhentilah mencari tahu apa dan bagaimana sebenarnya perasaannya. Berhentilah menerka-nerka setiap huruf yang ia reka. Berhentilah menghubung-hubungkan keadaannya dengan keadaanmu. Berhentilah mencari tahu semua jawaban teka-teki itu. Karena ini teka-teki rasa, semakin kamu menebak, semakin hilang kemurnian rasanya. Semakin banyak rasa-rasa lain yang turut larut."
"Jadi, tak usah kamu terus menerka. Bila dia memang memiliki perasaan terhadapmu, maka ia akan memperjuangkanmu dengan cara yang dicintai-Nya. Jika tidak, mungkin rasa itu tidak murni karena-Nya. Atau, mungkin saja Allah masih belum mengizinkan waktu itu tiba. Tidak usah larut dalam penantian. Karena setiap teka-teki, jika sudah waktunya terjawab, pasti akan terjawab dengan benar. Tidak bisa di satu sisi saja. Ia saling terhubung satu sama lain. Jadi, jika kamu bukan jawaban dari teka-teki perasaannya, atau jika dia bukan jawaban dari teka-teki perasaanmu, itu sesederhana memang bukan begitu jawaban teka-tekinya. Tidak akan bisa. Dan tidak usah disesali. Allah sudah mengaturnya. Ikuti saja cara-Nya."
Nasehat itu tak pernah salah. Cara terbaik untuk menjawab teka-teki rasa adalah dengan berhenti mencari jawabannya. Tidak usah disesali. Allah sudah mengaturnya. Ikuti saja cara-Nya.
==================================================================
Memperjuangkan dan mengikhlaskan bukanlah pilihan. Ini adalah dua sisi yang tak bisa dipisahkan. Karena perjuangan tanpa keikhlasan hanya akan menyisakan sakit hati jika apa yang diharapkan tak sampai. Atau kebahagiaan semu jika harapan itu sampai. Sedang keikhlasan tanpa perjuangan bukanlah keikhlasan, tapi menyerah. Tanpa usaha untuk meraih apa yang diharap.

Ephemera - Karena Jatuh Cinta & Patah Hati Hanya Sementara

Sunday, October 9, 2016



Episode yang Terlewat

"Kamu sedih?" tanyanya kemudian sambil menatapku lekat, masih dengan sebentuk senyumnya yang dulu membuatku menyerah menunggu 'seseorang' itu.
"Cerita kamu adalah pesan Tuhan kepada para lelaki untuk tak pernah membiarkan wanita menunggu. Kamu anggak salah. Dan cerita kamu juga pesan Tuhan bahwa seberapa pun manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Kita nggak pantas menyesalinya. Bagaimana pun takdir itu."
"Kamu marah?"
"Kamu cinta sama penciptamu?"
Aku mengangguk, "Kenapa?"
"Selama kamu masih mencintai Tuhan, aku tak pernah khawatir. Karena mencintai Tuhan berarti mencintai takdir yang diberikan. Menerimanya. Tak pernah menyesalinya. Karena mencintai Tuhan juga berarti percaya ada alasan kenapa suatu kejadian yang seharusnya begitu kenyataannya tidak begitu."

Banyak pelajaran yang bisa kita peroleh dari Kumpulan Cerpen Ahimsa Azaleav ini. Semua kisahnya pun tak jauh dari kisah kehidupan sehari - hari. Insyaallah dari kumpulan kisah ini, kita bisa memetik hikmah yang dapat dijadikan renungan bagi kita. 


Penggalan Cerpen Ephemera yang lain...

  • Kita memang tidak bisa mengulang kenangan, tapi kita bisa mengulang kebahagiaan di dalamnya...
  • Karena alur setiap cerita cinta dipegang oleh Allah, maka mintalah hanya pada-Nya ending seperti apa yang kamu inginkan.
  • Karena mencintai adalah kata kerja, jika kau tak bisa melakukan apa - apa untuk cinta mu, maka diam saja dan  bersabarlah. Tuhan mungkin masih memintamu menyiapkan diri sebelum kau bekerja untuk cinta
  • Ketika kamu di hadirkan pemandangan tentang birunya langit, kamu punya 2 pilihan, menatapnya di bumi sambil tersenyum bahagia, atau membiarkan tubuhmu melayang - layang untuk menyentuh langit. Jika pilihanmu memilih untuk menyentuh langit, maka bersiaplah JATUH. Lebih baik menengadah kepada Allah agar diperluas hatimu. Kalau dia jodohmu, langit akan mengeluarkan daya tarik yang tak mampu kamu tolak.

Auto Post Signature