Sajak Perasaan

Saturday, December 31, 2016

Kenapa embun itu indah?
Karena butir air nya tidak menetes
Sekali ia menetes, tidak ada lagi embun..

Kenapa purnama itu elok?
Karena bulan balas menatap angkasa
Sekali dia bergerak, tidak ada lagi purnama..

Mengapa sunset menakjubkan?
Karena matahari menggelayut malas di kaki langit
Sekali dia melaju, hanya tersisa gelap dan debur ombak.. 

Mengapa pagi menentramkan dan dingin?
Karena kabut mengambang di sekitar
Sekali dia menguap, tidak ada lagi pagi.. 

Didunia ini,
Ada banyak sekali momen-momen terbaik
Meski singkat, sekejap
Yang jika belum terjadi langkah berikutnya
Maka ia akan selalu spesial.
Sama dengan kehidupan kita, perasaan kita..

Menyimpan perasaan itu indah
Karena penuh misteri dan menduga
Sekali dia tersampaikan, tidak ada lagi menyimpan... 

Menunggu seseorang itu elok
Karena kita terus setia berdiri
Sekali dia datang, tidak ada lagi menunggu.. 

Bersabar itu sungguh menakjubkan
Karena kita terus berharap dan berdoa
Sekali masanya tiba, tiada lain kecuali jawaban dan kepastian
Sungguh tidak akan keliru bagi orang-orang yang paham...

====================================================================================

Merupakan salah satu dari kumpulan sajak Tere Liye yang terangkum dalam buku "Dikatakan atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta". Masih banyak sajak lain yang cukup menyentuh dan 'ngena banget' sama kehidupan sehari - hari yang kita jalani..

Aku Ingin Memeluk Semua Rasa Sakit


Menceritakan tentang seorang pengacara sukses di sebuah firma hukum ternama. Zaman, seorang pemuda cerdas yang memulai karir ny di firma hukum Thomson & Co.
Sabtu pagi dimana semua orang menikmati weekend, Zaman tetap harus bekerja. Penguasa tunggal firma, Sir Thomson akan memberikan tugas penting kepada Zaman. Tugas yang dapat mengubah sudut pandangnya, pola pikirnya dan masa depannya.
Sir Thomson tahu, Zaman berbeda. Ia menarik sejak pertama kali menginjakkan kaki di firma hukum melegenda itu. Dalam situasi khusus ini, Sir Thomson membutuhkan keahlian lawyer terbaiknya.
Sri Ningsih, nama klien yang tertulis di selembar kertas yang memiliki kekayaan 1 milyar poundsterling atau setara dengan 19 trilyun rupiah tanpa memiliki ahli waris sah. Kasus ini sepenuhnya akan diserahkan pada Zaman. Langkah pertama yang dilakukan Zaman untuk mencari informasi tentang Sri Ningsih adalah mengunjungi panti jompo yang beberapa belas tahun terakhir ini di tempati klien nya itu. La Cerisaie Maison de Retraite, panti jompo yang terletak tak jauh dari Menara Eiffel.
Zaman bertemu Aimee, pengurus panti jompo. Aimee menceritakan secara singkat bagaimana kehidupan Sri Ningsih di panti jompo selama 16 tahun itu. Lalu Zaman mulai mencari informasi di kamar Sri Ningsih, namun tak ditemukan apapun kecuali sebuah buku diary tua tipis.
Setelah menerima buku diary Sri Ningsih, Zaman hanya menemukan sebuah nama tempat bernama 'Bungin'. Tak jelas di mana letak wilayah tersebut. Disini, di tempat dimana rumah - rumah saling bersinggungan atap, tiada tanah, rumput apalagi pepohonan yangvterlihat oleh elang - elang yang terbang tinggi. Disini dimana rumah - rimah yangvtumbuh dari atas permukaan laut, perahu tertambat di tiang - tiang dan kambing - kambing mengunyah kertas. Dibantu Razak, Zaman tahu tujuan nya sekarang. Pulau Bungin,Sumbawa. Pulau terpadat di dunia.
Pesawat Jet mendarat mulus di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III, Sumbawa Besar. Bersama La Golo,Zaman dapat menelusuri Pulau Bungin selama beberapa hari. Namun tak juga mendapatkan informasi yang Zaman inginkan. Tak ada yang mengenal Sri Ningsih di pulau itu. Ketika Zaman sudah hampir menyerah, ada berita baik yang di bawa oleh La Golo. Mereka akan menemui Pak Tua, sesepuh Pulau Bungin, yang tahu segala sesuatu tentang Sri Ningsih.
Setelah mendengar cerita dari Pak Tua, Zaman melanjutkan perjalanan nya ke Surakarta, Jawa Tengah. Zaman tiba di sebuah Pesantren yang dipenuhi santri. Madrasah dimana Sri Ningsih pernah tinggal dan belajar. Banyak informasi yang Zaman dapat, namun hingga saat ini pun, Zaman belum menemukan siapa ahli waris Sri Ningsih. Dari Bu Nur’aini, sahabat Sri Ningsih, Zaman mendapatkan sebuah kotak yang berisi dokumen, surat menyurat dan foto – foto dari Sri. Perjalanan Zaman selanjutnya menuju Jakarta. Kota dimana Sri Ningsih berada dan menjadi awal berjuangnya keliling dunia.
Mencari informasi di Jakarta tak semudah yang dibayangkan Zaman. Alamat – alamat surat yang dulu pernah Sri kirimkan kepada Nur’aini sudah jauh berbeda dengan keadaan saat ini. Seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Setelah menelusuri semua surat yang Sri kirimkan, akhirnya Zaman bertemu langsung pada Chaterine, pimpinan sebuah pabrik di Jakarta. Sedikit informasi yang Zaman dapatkan dari Chaterine, tapi ia mengetahui dari mana harta warisan Sri Ningsih berasal.
Zaman kembali ke London. Ia mengetahui bahwa Sri Ningsih pernah tinggal di London cukup lama. Lama ia memikirkan apa yang seharusnya Sri Ningsih lakukan sebagai pendatang di Kota London. Petunjuk itu muncul dengan sendirinya. Zaman teringat foto yang terletak di kamar Sri Ningsih di Panti Jompo. Ia menghubungi Aimee untuk melihat petunjuk itu lebih detail. Akhirnya Zaman menemukan alamat Sri Ningsih selama tinggal di London.
Jauh sekali Zaman berkeliling mencari tahu sejarah Sri Ningsih, ternyata pemilik kios tempat ia rajin membeli roti daging selama ini mengenalnya. Keluarga Rajendra Khan mulai mencertakan sejarah Sri Ningsih selama tinggal di London. Dimulai sejak Sri Ningsih bekerja di pool bus, hingga Sri Ningsih menikah dengan Hakan, seorang laki – laki asal Turki dan memiliki anak. Kebahagiaan Sri Ningsih selalu tak berlangsung lama. Selalu ada kepedihan yang ia rasakan. Hingga akhirnya Sri Ningsih pergi diam – diam meninggalkan London menuju Paris dan hanya meninggalkan sepucuk surat kepada keluarga besar Rajendra Khan.
Selama perjalanan Zaman menelusuri kehidupan Sri Ningsih, tak ada satupun ahli waris atau surat wasiat. Ini semakin membuat pelik keadaan, dimana Departemen Hukum Inggris telah meminta keterangan resmi tentang kematian Sri Ningsih. Saat ini pun firma hukum A & Z Law mengklaim bahwa ia memiliki ahli waris Sri Ningsih, Tilamuta. Adik tiri Sri Ningsih yag sudah dikabarkan meninggal saat terjadi pemberontakan di Pesantren Surakarta.
Ini semakin sulit bagi Thompson & Co, dimana ada Ningrum dan Murni yang mengaku kerabat Tilamuta, sedangkan Zaman sudah melakukan investigasi sejarah kehidupan Sri Ningsih. Zaman tak semudah itu percaya terhadap Ningrum dan Murni.
Zaman akhirnya kembali ke Panti Jompo tempat Sri Ningsih tinggal. Kembali mendengarkan kisah Aimee selama berada di panti itu. Hingga akhirnya Zaman memperoleh sebuah petunjuk. Petunjuk tentang siapa ahli waris 1 juta poundsterling warisan Sri Ningsih, tentang Ningrum dan Murni, tentang penghianatan yang selama ini di alami oleh Sri Ningsih dan Ia sendiri, Zaman Zulkarnaen.

=================================================================== 

Tentang Kamu, novel inspiratif yang memiliki banyak pelajaran dan nasehat hidup. Tentang kesabaran yang tak pernah habis, tertang persahabatan yang tak pernah pudar, tentang keteguhan hati yang tak pernah padam, tentang cinta dan tentang perjuangan untuk memeluk semua rasa sakit.
Gaya bahasa dan penulisan yang apik dapat membuat pembaca lebih cepat mencerna alur cerita. Selalu penasaran dengan setiap kisah yang di sajikan, dan memiliki makna yang luar biasa. Penulis juga mampu membawa pembaca lebih menghayati setiap penggal cerita, mengantarkan emosi dan semangat menggebu. 
Banyak pelajaran yang bisa kita peroleh setelah membaca Tentang Kamu.  Akan lebih bagus lagi jika kamu bisa menjadikan salah satu koleksi terbaik novel inspiratif. Selamat membaca ^_^

Auto Post Signature