Festival Tabut 2018, Pesona Wisata Bengkulu

Saturday, September 22, 2018
Perayaan Tabut baru saja usai di laksanakan di Bengkulu, berbagai kemeriahan yang tersaji membuat menteri pariwisata Arief Yahya kembali mejadikan Festival Tabut Bengkulu kembali masuk kedalam Top 100 event wisata skala nasional. Kegiatan yang telah dilaksanakan pada 10-20 September 2018 (1-10 Muharram) lalu ini, dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Bengkulu.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Yudi Satria mengatakan, ritual Tabut diadakan sebagai manifestasi kecintaan sekaligus mengenang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib. Husein meninggal dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Irak pada 10 Muharam 61 Hijriah (681 M).

"Bila melihat sejarahnya, perayaan ritual Tabut di Bengkulu pertama kali diperkenalkan dan dilaksanakan pada tahun 1685 oleh Syeh Burhanuddin atau dikenal sebagai Imam Senggolo, seorang penyebar islam di Bengkulu. Ia menikahi seorang perempuan Bengkulu dan keturunannya disebut keluarga Tabut," jelas Yudi. Ritual tersebut kemudian diadakan tiap tahun secara turun-temurun oleh anggota Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bengkulu. Ritualnya digelar dari tanggal 1 sampai 10 Muharram sebagai upaya memperingati sekaligus menyemarakkan Tahun Baru Islam.


Festival Tabut juga menawarkan kegiatan lain selain sekedar prosesi. Ada sejumlah kontes yang harus dimenangkan setiap tahun. Di antaranya lomba kereta kuda tradisional, pertunjukan tarian tabut dan bentuk seni dan budaya lainnya seperti Ada lomba Musik Dhol, Tari Kreasi Tabut, Pagelaran Etnik Budaya, Festival Tari Tradisi, Festival Ikan-Ikan, hingga Festival Telong-telong. 

Kemeriahan pada saat pembukaan Festival Tabut ini, di ramaikan oleh berbagai sanggar yang ada di Bengkulu. Sebanyak 15 sanggar yang ada di kota Bengkulu dan ada di bawah binaan Asosiasi Pegiat Seni Budaya (APSB) Bengkulu ikut berpartisipasi. Pembukaan acara Festival Tabut ini akan menampilkan beberapa atraksi menarik seperti Opening tabuhan 200 dhol dengan irama Tsuweri, Tarian Sekapur Sirih atau tarian yang lebih dikenal dengan nama Tari Persembahan, tari Payung serta atraksi-atraksi menarik lainnya. 

Tidak hanya menyuguhkan nilai kebudayaan dan religi, festival Tabut ini juga bertujuan untuk menarik minat wisatawan baik lokal maupun wisatawan asing. Seperti yang kita tahu, Bengkulu merupakan sebuah provinsi yang memiliki banyak lokasi wisata yang komplit. Mulai dari wisata sejarah, wisata alam hingga wisata budaya. 


Sebut saja pantai terpanjang di Indonesia, yaitu Pantai Panjang. Ada juga Pantai Sungai Suci yang digadang-gadang mirip dengan Tanah Lot di Bali, pantai ini punya keunikan tersendiri karena langsung menghadap ke Samudera Hindia yang terbentang luas dengan indahnya. Selain itu ada pula Objek wisata Air Putih ini berupa air panas alam, di mana terdapat dua sumber mata air yaitu air dingin dan air panas yang mengalir ke satu sungai.

Itu hanya sebagian kecil dari wisata alam yang ada di bengkulu. Ada juga wisata sejarah dan budaya seperti Fort Marlborough, Thomas Parr dan Balai Kota yang menjadi peninggalan Penjajahan Inggris di Bengkulu.

Eh, masih ingat pelajaran sejarah kan? 
Siapa presiden pertama Indonesia ? Siapa yang menjahit Sang Saka Merah Putih?
Semua kenangan itu ada di Bengkulu. Karena rumah peninggalan Bung Karno dan Fatmawati sampai saat ini masih terjaga keaslian nya.

Kamu nggak sempat datang ke Festival Tabut Bengkulu?
Tenang, karena setiap tahun festival ini akan selalu di laksanakan. Kalau kamu udah nggak sabar menikmati keindahan alam dan wisata lainnya, langsung datang aja. Karena akses ke Bengkulu selalu ada dari berbagai kota, bisa dilakukan dengan jalur darat maupun udara. 
Post Comment
Post a Comment

Auto Post Signature